Get snow effect

Sabtu, 06 Oktober 2012

Organ-Organ Pernapasan


.Organ-Organ Pernapasan.
Beranapas merupakan proses yang sangat penting bagi manusia. Pada proses ini terjadi pertukaran oksigen dan karbon dioksida antara tubuh dan lungkungan. Sebelum membahas sitem pernapasan lebih jauh, akan di jelaskan dahulu beberapa organ yang berperan dalam sistem pernapasan.
Kamu tentunya telah mengetahui organ apa saja yang berperan dalam proses pernapasan. Bisakah kamu menyebutkankanya secar berurutan mulai dari bagian paling luar? Agar kamu lebih paham, pelajarilah uraian berikut.

1.      Hidung
Hidung merupakan organ pernapasan yang letaknya paling luar. Manusia menghirup udara melalui hidung. Pada permukaan rongga hidung terdapat rambut-rambut halus dan selaput lendir yang berfungsi menyaring udara yang masuk dari debu atau benda lainya. Di dalam rongga hidung terjadi penyesuaian suhu dan kelembapan udara sehingga udara yang masuk ke paru-paru tidak terlalu kering ataupun terlalu lembap.
Udara bebas tidak hanya mengandung oksigen saja, namun jufa gas-gas yang lain. Misalnya, karbon dioksida (CO2), belerang (S), dan nitrogen(N2). Gas-gas tersebut ikut terhurup, namun hanya oksigen saja yang dapat berikatan dengan darah. Selain sebagai organ pernapasan, hidung juga merupakan indra pembau yang sangat sensitive. Dengan kemampuan tersebut, manusia dapat terhindar dari menghirup gas-gas yang beracun atau berbau busuk yang mugkin mengandung bakteri dan bahan penyakit lainnya. Dari rongga hidung, udara selanjutnya adak mengalir ke tenggorokan.

             
2.      Tenggorokan
Tenggorokan merupakan bagian dai organ pernapasan. Tenggorokan berupa suatu bagian dari organ pangkal ternggorokan (laring), batang tenggorokan (trakea), dan batang tenggorokan (bronkus).
a.      Pangkal Tenggorokan (Laring)
Setelah melewati hidung, udara masuk menuju pangkal tenggorokan (laring) melalui faring. Faring terletak di hulu tenggorokan dan merupakan persimpangan antara rongga mulut ke kerongkongan dan rongga hidung ke tenggorokan. Setelah melalui laring, udara selanjutnya menuju ke batang tenggorokan (trakea).
Pada batang tenggorokan ini terdapat suatu katup epiglotis. Katup ini bekerja dengan cara membuka jika bernapas atau bebicara dan menutup pada saat menelan makanan. Adanya katup tersebut, udara akan masuk paru-paru dan makanan akan menuju lambung. Kita jangan makan sambil berbicara, hal tersebut dapat mengakibatkan makanan masuk ke paru-paru dan tenggorokan. Oleh karenannya, hindarilah makan sambil berbicara.
Pada laring, di bawah epiglotis, terdapat pita suara. Ketika udara melewati pita suara, pita sura akan bergetar dan menghasilkan suara. Hal ini terjadi ketika kamu berbicara.

b.     Batang Tenggorokan (Trakea)
Batang tenggorokan tersusun dari cincin-cincin tulang rawan dan terletak di depan kerongkongan. Batang tenggorokan memanjang dari leher ke rongga dada atas. Di dalam rongga dada, batang tenggorokan ini bercabang dua. Setiap cabangnya masuk menuju paru-paru kanan dan paru-paru kiri.
c.      Cabang Batang Tenggorokan (Bronkus)
Cabang batang tenggorokan (bronkus) merupakan cabang dari trakea. Bronkus terbagi manjadi dua, yaitu yang menuju paru-paru kanan dan menuju paru-paru kiri. Bronkus bercabang lagi menuju bronkiolus. Masing-masing cabang tersebut berakhir pada gelembung paru atau alveolus. Alveolus merupakan tempat terjadinya difusi oksigen ke dalam darah. Oleh karena itu, dindin alveolus mengandung banyak kapiler darah.
3.      Paru-Paru
Tahukah kamu di mana letak paru-paru? Paru-paru terletak di dalam rongga dada. Antara rongga dada dan rongga perut terdapat suatu pembatas yang di sebut diafragma. Pembatas ini bukan sekedar pambatas, tetapi berperan juga dalam proses pernapasan
               Paru-paru terbagi menjadi paru-paru kanan paru-paru kiri. Paru-paru pada dasarnya merupakan cabang-cabang suatu saluran yang ujungya bergelembung. Gelembung-gelembung tersebut disebut (tungga: alveolus). Dalam alveoli inilah sesungguhnya terjadi pertukaran gas-gas.
               Paru-paru kana terdiri atas tiga belahan sedangkan paru-paru kiri hanya dua belahan. Paru-paru kanan lebih besar di bandingkan yang kiri. Agar lebih  jelas, perhatikan olehmu gambar penampang sistem pernapasan manusia berikut ini.

Udara bebas tidak hanya mengandung oksigen saja, namun juga gas-gas yang lain. Misalnya, karbon dioksida (CO2), belerang (S), dan nitrogen(N2). Gas-gas tersebut ikut terhurup, namun hanya oksigen saja yang dapat berikatan dengan darah. Selain sebagai organ pernapasan, hidung juga merupakan indra pembau yang sangat sensitive. Dengan kemampuan tersebut, manusia dapat terhindar dari menghirup gas-gas yang beracun atau berbau busuk yang mugkin mengandung bakteri dan bahan penyakit lainnya. Dari rongga hidung, udara selanjutnya adak mengalir ke tenggorokan.